Mengajari Anak Konsep Berbagi dan Pinjam Meminjam Sejak Dini

Posted on Jun 10 2015 - 3:46pm by Anton Kasep

Mengajari Anak Konsep Berbagi dan Pinjam Meminjam Sejak Dini

Balita saling berebut mainan bukanlah situasi yang aneh. Mereka masih memiliki prinsip bahwa milikmu adalah milikku atau rumput tetangga terlihat lebih hijau. Itulah mengapa, mereka akan selalu tertarik dengan apa yang sedang dipegang atau dinikmati oleh temannya, meskipun ia sendiri juga memiliki benda yang sama.

Orang tua harus peka terhadap perilaku anak yang sulit berbagi atau saling meminjamkan barang kepada orang lain. Hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Sifat egosentris yang masih melekat kuat saat usia balita dimana ia masih belum memiliki rasa empati kepada orang lain.
  • Cara orang tua mengasuh anaknya yang selalu memanjakan dan menuruti keinginan anak tersebut. Hal ini akan membentuk karakter selalu ingin dilayani, serta sifat egois dan menang sendiri.
  • Anak merasa terabaikan. Merebut mainan teman merupakan salah satu trik menimbulkan masalah agar mendapatkan perhatian terutama dari orang tua.
  • Anak meniru perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Anak usia bawah lima tahun belajar dari apa yang dia lihat dan dengar. Apabila di dalam keluarga, ada kebiasaan merebut remote, makanan atau kamar mandi, ia akan dengan cepat meniru hal tersebut.

Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Orang tua wajib mengajari anak mengenai konsep berbagi dan saling meminjamkan sejak usia dini. Memberi tahu lewat kata-kata saja tidak cukup. Anda bisa melatihnya dengan beberapa aktivitas menyenangkan seperti di bawah ini:

  • Menjalankan konsep mainan bergilir, dimana setiap anak diberi waktu beberapa menit untuk bermain suatu benda. Apabila waktunya sudah habis, maka benda tersebut harus diberikan kepada temannya. Berikan pujian setiap kali anak akhirnya mau meminjamkan mainan kepada temannya.
  • Ajak anak-anak bermain permainan peran, misalnya dokter-dokteran dimana semua peran saling membutuhkan satu sama lain yang secara alamiah akan menjalin pertemanan yang baik dan menyenangkan. Cara yang sama bisa dilakukan dengan bermain bengkel mobil.
  • Mengikutsertakan anak dalam kegiatan amal dengan mengajaknya menyumbangkan mainan, uang saku, alat tulis atau baju layak pakai.
  • Ajak buah hati terlibat dalam kegiatan melayani orang lain. Misalnya meminta ia menawarkan atau membawakan kue untuk tamu.

Comments

Leave A Response