Menghadapi Anak Yang Sedang Tantrum

Posted on Jun 9 2015 - 7:46am by Anton Kasep

Menghadapi Anak Yang Sedang Tantrum

Pernahkah Anda merasa kewalahan saat buah hati tiba-tiba marah, memukul, menjerit atau melakukan hal tidak terduga lainnya? Kondisi seperti ini disebut dengan temper tantrum yang biasa terjadi pada anak-anak di usia prasekolah atau antara 2 hingga 3 tahun. Hal ini sebenarnya merupakan perilaku normal.

Di usianya yang belum bisa mengekspresikan rasa frustasi dengan kata-kata, mereka akan menunjukkannya dengan tindakan seperti merengek, menangis, memukul, menendang, menjerit dan bahkan menahan nafas, sampai keinginannya terpenuhi. Meskipun begitu, orang tua wajib tahu bagaimana menghadapi anak yang sedang mengalami tantrum.

Hal pertama yang wajib diketahui yaitu mengenali penyebab, dimana salah satunya adalah pola pengasuhan anak. Sebagai orang tua, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik pada buah hati dengan terus membuatnya merasa senang dengan memenuhi segala apa yang ia minta. Tanpa sadar, sikap terlalu memanjakan anak seperti ini justru memicu timbulnya perilaku tantrum, dimana ia akan merasa frustasi saat keinginannya mendapatkan sesuatu terhalang. Ia akan mengkespresikan hal tersebut dengan kemarahan, sebab ia belum bisa mengungkapkan keinginan dan kebutuhannya dalam bentuk kata-kata.

Memarahi anak yang sedang tantrum bukanlah tindakan yang tepat. Inilah yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua:

  • Memahami keterbatasan buah hati dalam mengerti kata-kata. Saat ia tidak paham dan tidak tahu bagaimana cara mengatakannya, maka ia akan merasa stress dan mengalami tantrum.
  • Tetaplah tenang dan sabar dengan terus mewaspadai apabila amukan anak semakin menjadi. Saat situasi semakin tidak terkontrol, berikan sentuhan lembut dengan memegang atau memeluknya sampai kemarahannya mereda.
  • Alihkan perhatiannya seperti dengan mengajak bercanda atau jalan-jalan sambil memberikan peringatan bahwa sikapnya harus segera dihentikan karena hal itu tidak baik dan dapat mengganggu orang-orang di sekitarnya.
  • Berikan pilihan saat ia merajuk meminta sesuatu untuk mendorong rasa tanggung jawab yang juga baik untuk tumbuh kembangnya. Ajak ia berlatih kedisiplinan dengan membuat rutinitas-rutinitas yang dapat ia ikuti sehingga ia tahu apa yang harus dilakukan pada jam-jam tertentu.
  • Hindari situasi yang biasa memicu sikap trantrum pada anak. Perhatikan saat-saat dimana buah hati biasanya mulai merajuk, misalnya saat lapar, mengantuk dan kecapekan.
  • Segera ajak ia pergi dari tempat dimana ia mulai menunjukkan tanda-tanda akan merajuk. Berikan waktu padanya untuk meredakan emosinya sendiri.
  • Ajak ia berkomunikasi tentang bagaimana sebaiknya mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Apabila ia belum bisa berbicara, Anda dapat mengajarkan bahasa isyarat ringan untuk membantunya.

Comments

Leave A Response