Pengaruh TV Bagi Perkembangan Anak

Posted on Jun 11 2015 - 11:00am by Anton Kasep

Pengaruh TV Bagi Perkembangan Anak

Televisi seringkali dianggap sebagai teman bagi anak. Banyak orang tua yang sengaja membiarkan putra putrinya duduk manis di depan layar kaca sehingga mereka bisa melakukan aktivitas lainnya tanpa harus selalu menjaga buah hatinya. Meskipun banyak acara menarik yang bisa membuat anak tenang dan bahkan tertidur, pola pengasuhan seperti ini justru salah.

Dalam dunia parenting, televisi bukanlah salah satu media yang direkomendasikan dalam mengasuh anak-anak. Media ini justru bisa memberikan pengaruh yang negatif apabila tidak dimanfaatkan secara bijak. Di usianya yang masih kecil, anak sangat sensitif terhadap penerimaan informasi melalui indera pendengaran dan penglihatannya. Alih-alih bukannya terhibur, sang anak justru menjadi familiar dengan konten-konten yang kurang tepat sebab ia terbiasa menonton acara yang ditayangkan di televisi.

Baik pada bayi maupun anak balita, televisi dapat sangat berpengaruh pada perkembangannya. Berikut ini merupakan contoh resiko yang wajib diketahui oleh para orang tua:

  • Menonton televisi pada usia 0-3 dapat mengganggu perkembangan otak terganggu sebab anak menjadi pendengar pasif saat menonton televisi. Ia dapat mengalami gangguan perkembangan bicara, mengalami hambatan dalam membaca serta memahami bacaan. Sedangkan di usia 5-10 tahun, anak-anak cenderung mengalami kesulitan mengekspresikan pikiran melalui tulisan, peningkatan pada segi agresifitas dan kekerasan serta sulit membedakan antara khayalan dan realitas.
  • Konten yang tidak mendidik akan berpengaruh pada perkembangan psikologi dan proses pembentukan karakter.
  • Anak menjadi sering lupa waktu dan kehilangan semangat untuk belajar. Pola tidur dan makannya juga terganggu sebab ia merasa betah untuk duduk di depan televisi.
  • Menariknya bahasa iklan juga bisa membuat anak-anak menjadi konsumtif. Mereka akan mudah tertarik pada setiap produk yang ditawarkan di televisi dan menggugah rasa ingin tahu mereka untuk membeli produk tersebut.
  • Pancaran sinar biru dari layar kaca bisa mengganggu kesehatan retina, terutama pada bayi yang lensanya masih jernih. Hal ini biasanya disebabkan oleh dua hal yaitu lamanya menatap layar kaca dan jarak pandang.

Televisi telah menjadi media informasi dan hiburan favorit di setiap rumah. Kini, siapa saja dapat menikmati acara-acara menarik di depan layar kaca. Namun, pastikan bahwa Anda mengatur jadwal anak menonton televisi serta dampingi mereka dan tetap mengajak melakukan komunikasi dua arah dengan menjelaskan tentang apa yang ia lihat dan dengar.

Comments

Leave A Response