Sukses Melatih Anak Menggunakan Toilet (Toilet/ Potty Training)

Posted on Jun 12 2015 - 1:57am by Anton Kasep

Sukses Melatih Anak Menggunakan Toilet (Toilet Potty Training)

Toilet atau potty training merupakan salah satu pembelajaran penting bagi anak dalam dunia parenting. Mengajarkan hal-hal baru pada buah hati memang tidak mudah, terutama saat memperkenalkannya tentang bagaimana menggunakan toilet. Biasanya latihan ini dilakukan saat anak sudah bisa berjalan, penggunaan popok seringkali mengganggu aktivitasnya tersebut.

Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam menjalankan potty training. Proses transisi dari popok ke toilet merupakan perjalanan yang panjang bagi anak. Hal ini mempengaruhi banyak aspek dalam dirinya termasuk segi psikologis dimana ia harus menyesuaikan diri terhadap perubahan yang harus dilaluinya. Ibu sendiri juga harus benar-benar meluangkan waktu agar dapat membimbing buah hati secara intens dalam masa transisi tersebut.

Berikut ini adalah tips untuk mensukseskan proses latihan menggunakan toilet pada anak:

  • Ajak buah hati berlatih saat otot-ototnya sudah bisa mengontrol kandung kemih. Kesiapan fisik ini biasanya dimulai sejak usia 18 bulan. Kesiapan emosi, fisik dan psikologis juga penting dan akan dimiliki mulai usia 2 sampai 3 tahun.
  • Biasakan buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi. Perkenalkan padanya tentang fungsi pispot atau potty chair serta bagaimana menggunakannya.
  • Atur jadwal makan dan minum untuk mengetahui pola kebiasaannya BAK dan BAB. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mengajaknya ke kamar mandi untuk buang air kecil dan besar di waktu yang tepat.
  • Telaten lakukan secara konsisten. Butuh waktu agar si kecil terbiasa dengan kegiatan baru ini.
  • Gunakan teknik permainan agar buah hati tidak merasa bosan. Misalnya dengan menyiapkan papan stiker dan memintanya untuk menempel satu stiker sebagai tanda bahwa ia berhasil melakukan tugasnya dengan baik.
  • Berikan pujian sebagai hadiah keberhasilannya. Apabila terjadi kesalahan, jangan serta merta memarahi atau menghukumnya.

Waktu yang digunakan oleh setiap anak untuk belajar dalam potty training berbeda. Kemarahan atau ekspresi kecewa di wajah Anda bisa membuatnya takut dan tidak ingin lagi berlatih. Jadi Anda harus sabar sampai si kecil memiliki inisiatif sendiri untuk pergi ke kamar mandi saat merasa ingin buang air kecil atau besar.

Comments

Leave A Response