Tahapan Perkembangan Anak

Posted on Jun 12 2015 - 2:49am by Anton Kasep

Tahapan Perkembangan Anak

Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan baik merupakan kebanggaan tersendiri bagi para orang tua. Bagaimana tidak? Anda sendiri dapat menyaksikan bagaimana buah hati yang tadinya adalah seorang bayi mungil yang belum bisa apa-apa kemudian telah tumbuh menjadi anak yang aktif dan cerdas. Ia tak lagi hanya bisa menangis, tetapi berbicara dan berlari.

Tahapan perkembangan anak dari bayi sangat penting untuk diketahui oleh orang tua. Hal ini untuk memastikan bahwa anak-anak dapat tumbuh sehat sebagaimana mestinya. Informasi tersebut juga bisa membantu orang tua dalam mengoptimalkan pengetahuan dan keahlian tentang parenting. Perkembangan anak usia 3 hingga 24 bulan setidaknya dibagi menjadi 10 tahapan, yaitu:

  • Tengkurap (3-4 bulan) setelah sebelumnya diawali dengan kemampuan memiringkan badan ke kanan dan ke kiri pada usia 1,5-2 bulan.
  • Mengangkat kepala (4 bulan) mencapai sudut 90ยบ dalam posisi tengkurap. Kemampuan ini dapat membantu mempertajam penglihatannya.
  • Memekik gembira (4-5 bulan) sebagai ekspresi meluapkan perasaan atau caranya berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
  • Memegang benda dengan kedua tangannya (7-8 bulan) dimana satu tangan memegang sedang tangan yang lain mengeksplorasi benda atau mainan yang dipegangnya.
  • Duduk (7-8 bulan) dimana ia mencoba melakukannya sendiri dengan mengandalkan satu atau dua tangan. Kemampuan ini bisa membantunya mengambil benda yang diinginkan.
  • Merangkak (7-8 bulan) sebagai lanjutan ekspresi memenuhi rasa keingintahuannya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, termasuk untuk mengambil mainan atau mendekati hal-hal yang menarik perhatiannya.
  • Makan sendiri (6-9 bulan) yang merupakan awal ia mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Bersamaan dengan tahap itu, buah hati juga mampu menggunakan tangannya untuk memegang suatu benda.
  • Mengenali anggota keluarga dan sensitif terhadap orang yang belum dikenal (9-12 bulan) dimana ia telah memiliki kemampuan untuk membedakan orang-orang di sekitarnya. Pada usia tersebut ia juga lebih sensitif dan merasa takut terhadap orang asing.
  • Berjalan (12-13 bulan) yang diawali dengan menumpukkan kedua tangan pada meja, kursi atau apapun sebagai pegangan untuk menumpu berat badannya. Setelah itu, ia akan mulai belajar merambat dan pelan-pelan melepaskan pegangan pada saat ia sudah pandai menjaga keseimbangan.
  • Bicara (18-24 bulan) mengikuti kata-kata yang sering ia dengar dari orang-orang di sekitarnya. Setidaknya ia belajar 10 kata per hari dan mulai menyuarakan satu kalimat pendek di usia 2 tahun.

Comments

Leave A Response