Tips Mengatasi Sembelit (Konstipasi) pada Anak

Posted on Jul 1 2015 - 11:19pm by Anton Kasep

Tips Mengatasi Sembelit (Konstipasi) pada Anak

Masalah kesehatan keluarga nampaknya tidak akan jauh-jauh dari kesehatan anak. Ya, salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh anak adalah tentang kebiasaan buang air besar (BAB). Selain masalah diare, anak juga bisa mengalami sembelit atau yang biasa dikenal dengan konstipasi. Tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Kebiasaan anak yang sering susah makan sayur dan buah-buahan bisa menjadi pemicu dari terjadinya sembelit. Bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Hal yang pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menanyakan anak saat ia terlihat tidak nyaman dan seperti menyimpan sesuatu. Ada jenis anak yang kadang segan untuk mengungkapkan masalahnya. Tanyakan bila ia memang mengalami kesulitan terhadap sesuatu. Saat anak menyampaikan bahwa ia kesulitan untuk BAB, maka Anda bisa membantunya untuk memberinya makanan tinggi serat. Berikan asupan pepaya dan juga agar-agar dari rumput laut. Kedua jenis makanan ini termasuk tinggi serat dan bisa membantu untuk melancarkan buang air besar.

Pemberian makanan tinggi serat bisa dilakukan sesering mungkin. Untuk sementara, hindari untuk memberikan makanan pada anak yang rendah serat. Perbanyak pula asupan cairan untuk membantu memberikan cairan yang akan memudahkan pembentukan ampas dalam usus agar mudah untuk dikeluarkan.

Jika masih belum tertangani sebaiknya bawa ke dokter. Hindari pemberian obat pencahar kepada anak tanpa resep dokter. Ini akan memberikannya pertolongan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Saat anak Anda sudah sembuh, berikan dia dukungan asupan nutrisi yang kaya akan serat sehingga tidak timbul masalah yang sama lagi. Beberapa anak memang kadang sulit untuk memakan buah-buahan dan sayur-sayuran. Namun Anda bisa dengan cara kreatif Anda memberikan menu dengan bentuk yang berbeda seperti jus, es buah, sate buah, atau agar-agar dalam bentuk dan warna menarik supaya anak lebih tertarik. Selain itu, kebiasaan buang air besar secara teratur juga perlu dilatih pada anak. Jika anak menahan buang air besarnya, maka cairan dalam ampas tinja terserap lebih banyak di dalam usus sehingga tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Jika anak sudah bisa menggunakan toilet, minta anak untuk duduk di toilet pada waktu yang ditentukan. Apabila kebiasaan ini dilatih secara konsisten ditambah dengan asupan serat dan cairan yang cukup, anak akan lebih teratur buang air besar sehingga tidak mengalami kesulitan buang air besar kembali.

Comments

Leave A Response